Mahasiswa ADik 3T Belajar Budaya Banyumas

[unsoed.ac.id, Sel, 05/12/17] Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) adalah program keberpihakan pemerintah kepada putra-putri asal daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) dan Orang Asli Papua (OAP), untuk memperoleh pendidikan tinggi di PTN. UNSOED menerima sejumlah 23 mahasiswa program ini, yang tersebar di sejumlah Fakultas yaitu Fakultas Biologi, Ekonomi dan Bisnis, Peternakan, Ilmu-Ilmu Kesehatan, Ilmu Budaya, Mipa, Perikanan & Ilmu Kelautan, dan Kedokteran.

Bertempat di Rektorat Lantai III, dilaksanakan kegiatan Matrikulasi bagi mahasiswa ADik 3T yang berlangsung selama 2 (dua) hari 1-2 Desember 2017. Kegiatan dibuka oleh Kepala Bagian Pengembangan Mahasiswa dan Alumni Drs. Akhmad Suheli. Dalam sambutannya menyampaikan bahwa para mahasiswa yang berasal dari Papua sampai dengan Aceh merupakan utusan dari Propinsinya, harus menjadi mahasiswa yang handal dengan belajar giat sehingga dapat menjadi kebanggaan propinsi asal. “Selain itu mahasiswa juga harus mengenal budaya di mana mahasiswa belajar, yaitu Budaya Banyumas”, ungkapnya.

Hadir sebagai narasumber Cipta Waluyo SE.,M.Si yang menyampaikan materi tentang “Budaya Banyumas”, dan Drs.Bambang Widodo M.Par dengan materi “Sejarah Banyumas”.

Setelah mendapatkan materi dari narasumber, pada hari ketiga para mahasiswa ADik 3T berkesempatan untuk berkunjung melihat secara langsung Budaya Banyumas. Tempat yang dikunjungi yaitu Sanggar Tari Nyuli Luwesing Saliro, di Desa Pegalongan Kecamatan Patikraja Kab Banyumas. Para mahasiswa yang didampingi oleh staff bagian Kemahasiswaan Unsoed, disambut secara langsung oleh Kepala Desa Pegalongan dan warga masyarakat sekitar.

Pada kesempatan tersebut, para mahasiswa disuguhi budaya Tari Banyumasan Lengger, dan Budaya Begalan. Para mahasiswa terlihat sangat antusias dengan Budaya Banyumas, terlebih pada saat belajar Tari dan menabuh Gamelan.

Maju Terus Pantang Mundur, Tak Kenal Menyerah!